sales

Extended Marketing Mix (7P) – Part 2
Wednesday, 20 October 2010 — belajarpemasaran

Alow marketer semua …

Wah … ternyata untuk part 2 ini sudah ditungguin oleh beberapa pembaca setia blog belajarpemasaran … sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas waktunya yang telah disisihkan untuk mau terus dan terus belajar terutama belajar bersama dengan blog belajaspemasaran.

Pada Extended Marketing Mix (7P) part 1 sudah saya jelaskan 4P yang umumnya para marketer sudah sering dengar,
untuk part 2-nya saya akan coba share kepada marketer semua tentang 3P tambahannya yang umumnya digunakan untuk industri jasa, untuk produk juga boleh malahan menambah value anda di mata konsumer.

Ok lanjut dah… part 2 neh

5. People (Sumber Daya Manusia)

Sumber daya manusia adalah semua orang yang terkait dalam satu usaha. Jadi mulai dari konsumer sampai dengan puncak management.

Lho kok konsumer diikut sertakan … yach iyalah masak iya donk malahan konsumer menjadi salah satu sumber daya manusia yang paling menguntungkan lho … kok bisa ??

Yach bisa lah dengan menjaga konsumen kita sebaik – baiknya dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen kita, maka konsumen kita akan menjadi salah satu sales person untuk produk / jasa anda (pemasaran mulut ke mulut).

Akan tetapi hal itu perlu didukung dengan sistem penerimaan dan penempatan karyawan yang baik. Jadi karyawan memiliki sikap, interpersonal skill dan pengetahuan akan produk / jasa yang baik.

Note: Konsumer yang tidak puas akan menjadi teroris untuk perusahaan anda dimana mereka akan menyarankan kepada teman-temannya maupun rekan-rekannya untuk tidak menggunakan produk / jasa perusahaan anda … jadi waspadalah … waspadalah !!!

6. Process (Proses)

Proses adalah serangkaian prosedur / mekanisme / aktivitas dalam menghasilkan suatu produk / jasa dan pelayanan konsumer.

Hal ini dikenal umumnya dikenal dengan Customer Management Process atau Standard Operational Procedure sehingga mutu pelayanan perusahaan anda dapat dipertahankan.

Penting sekali untuk perusahaan memiliki S.O.P yang baik dan jelas, selain berguna untuk mempertahakan mutu pelayanan anda, S.O.P dapat digunakan untuk sistem kontrol bagi perusahaan anda. Percaya deh dengan memiliki sistem yang baik perusahaan anda dapat lebih mudah di monitor dan dikontrol.

Jika kagak percaya perusahaan – perusahaan frannchise sangat kuat dari sisi S.O.P -nya loh. Meskipun perusahaan anda tidak akan menjadi franchisor, sangat saya saran kan untuk belajar dari perusahaan – perusahaan frachisor.

7. Physical Evidence (Kesan Nyata)

Sedangkan yang dimaksud dengan Physical Evidence / kesan nyata adalah persepsi calon konsumer anda pada waktu mendatangi perusahaan/kantor anda, penampilan karyawan ataupun kartu nama perusahaan anda.

Apakah kesan yang dirasakan konsumen anda baik, buruk, rapi, professional dan sebagainya sangat tergantung bagaimana anda mengatur hal – hal ini mulai design interiol, exteriol, seragam karyawan anda, tampilan kartu nama perusahaan anda, nama perusahaan anda, logo perusahaan anda dan masih banyak lagi.

Ada yang menanyakan emang penting yach hal – hal diatas tersebut ? Kan ada yang bilang kalo beli buku jangan di nilai dari cover nya. Tapi coba apa yang terjadi di dunia nyata, apa – apa dilihat dari image kan … makanya ada istilah jaim (jaga image).

Sekali lagi jangan hanya terkesan professional akan tetapi produk / jasa anda tidak memberikan nilai tambah, jadi ingat selalu targetkan long term relationship bukan short term relationship.

Jadi kesan nyata ini lebih cenderung untuk membuat persepsi pertama calon konsumer anda positif dan percaya bahwa perusahaan anda memang mampu memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga ujung -ujungnya memudahkan segala proses pelayanan, penjualan, negosiasi antara anda dengan calon konsumer anda.

Semoga dengan artikel ini para marketer makin terbuka wawasannya … cheeer

Salam Marketing

Wijaya Tjandra
Posted in Marketing. Leave a Comment »
Extended Marketing Mix (7P) – Part 1
Thursday, 16 September 2010 — belajarpemasaran

Extended Marketing Mix (7P)

Alow Marketer Semua …

Hari ini saya akan mencoba membantu teman – teman marketer untuk lebih memahami apa yang disebut dengan Marketing Mix. Pada awalnya Marketing Mix terdiri dari 4P atau yang sering disebut dengan Traditional Marketing Mix. Nah 4P ini umumnya digunakan untuk produk yang berupa produk (Nah marketer bingung apa maksudnya neh ? Tenang akan saya jelaskan nanti dibawah). Sedangkan untuk 7P lebih penyesuaian untuk digunakan untuk produk yang berupa jasa.

Karena saat ini produk yang dijual di pasaran dapat berupa produk barang maupun produk jasa / pelayanan). Karena itu untuk produk yang berupa jasa Marketing Mix yang ada saat itu kurang dapat memenuhi sehingga lahirlah Extended Marketing Mix yang terdiri dari 7P.

Adapun 7P tersebut terdiri dari :

1. Product
2. Place
3. Price
4. Promotion
5. People
6. Process
7. Physical Evidence

Sengaja saya tulis dalam bahasa aslinya yaitu bahasa English jadi bagi yang kurang bahasa englishnya akan saya jelaskan dibawah ini.

1. Product (Produk)

Pada dasarnya yang dimaksud dengan produk adalah barang atau jasa yang dibutuhkan oleh calon konsumer karena dengan persaingan yang sangat kompetitif saat ini semua produk itu bagus.

Malahan dibeberapa negara maju seperti Amerika hak – hak konsumer dilindungi secara hukum. Sehingga para marketer untuk ke depannya perlu memikirkan bagaimana satu produk yang akan anda tawarkan bagaimana memenuhi kebutuhan – kebutuhan konsumer anda. Jika memang belum ada kebutuhan ciptakanlah kebutuhan tersebut.

2. Place (Tempat)

Yang dimaksud dengan tempat adalah dimana konsumer dapat membeli produk / jasa anda baik virtual melalui internet atau secara nyata dengan adanya tempat secara nyata (dapat berupa rumah, toko, perusahaan dsb).

Karena dengan perkembangan teknologi internet yang luar biasa sudah banyak sekali toko – toko online tanpa adanya tempat nyata yang menjual produk – produk mereka.

3. Price (Harga)

Harga merupakan sejumlah uang yang dibayarkan calon konsumer untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumer.

Dalam menentukan harga ada beberapa komponen yang perlu para marketer pikirkan antara lain : harga dasar / baku, harga kompetitor anda, market share dll.

4. Promotion (Promosi)

Promosi adalah bagaimana cara para marketer mengkomunikasikan produk atau jasa anda. Saat ini 3P diatas semakin lama semakin tidak berarti.

Jika tidak percaya makin banyak produk / jasa yang dibagikan secara GRATIS dimana harga menjadi kurang berarti, dengan adanya internet dimana saja anda dapat membeli barang / jasa tersebut menjadikan tempat kurang berarti dan saat ini sangat banyak sekali pengganti atau kompetisi akan produk / jasa sehingga produk juga semakin kurang berarti.

Akan tetapi tidak begitu dengan Promosi, saat ini promosi sangat – sangat penting (yach karena makin banyaknya kompetisi). Karena itu saya sangat mengfokuskan diri saya tentang P yang satu ini.

Adapun elemen – elemen dalam promosi ini melingkupi : iklan, publik relasi, pemasaran dari mulut ke mulut,penjualan langsung, penjualan, media dan budget.

Wuah panjang juga yach… karena itu saya bagi menjadi 2 bagian, biar yang pada baca tidak pada tidur karena kepanjangan. Ok ditunggu saja lanjutkan Extended Marketing Mix – Part 2 yang menjelaskan 3P sisanya dari Extended Marketing Mix.

Salam Marketing

Wijaya
Posted in Marketing. 2 Comments »
Target Market is Everybody …
Tuesday, 24 August 2010 — belajarpemasaran

Target Market is Everybody …

Yo Marketer semua …

Sudah beberapa waktu ini saya tidak menulis blog tentang pemasaran.
Mohon maklum saya sedang disibukkan oleh beberapa project dan nganguan kesehatan yang cukup serius sehingga terpaksa deh cuti menulis dulu tapi sekarang sudah berhasil dilewati dengan baik.

Sebelum saya membahas topik diatas perkenankanlah saya menceritakan sesuatu yang cukup mengelitik pemikiran saya.
Saya beberapa waktu yang lalu sempat ngobrol – ngobrol dengan Andy salah satu kenalan dari teman saya Rudy.

Nah Andy ini merupakan owner dari sebuah perusahaan restoran.
Yang mana memiliki permasalahan bahwa restorannya kurang ramai alias sepi pengujung T_T

Setelah berdiskusi beberapa lama kemudian saya menanyakan strategi STPD dan Marketing Mix yang dilakukan Andy.
Ayoo jika anda lupa silakan baca blog saya pemasaran bagian ke 3 biar di refresh kembali.
Ok untuk memudahkan anda STPD singkatan dari Segmentation, Targeting, Positioning dan Difference. Dan Marketing Mix merupakan 4P (Place, Promotion, Product, Price) akan tetapi saat ini marketing mix sudah 7P (People, Process, Physical Evidence) … akan saya bahas lebih jauh tentang marketing mix (7P), jadi tunggu saja tanggal mainnya

Dari hasil diskusi ini saya mengetahui bahwa ternyata target market andy untuk restorannya adalah semua orang atau bahasa jawa-nya everybody.

Ok, dari pendapat pribadi saya tidak menyalahkan Andy yang membidik target pasar semua orang. Khan makin besar pangsa pasar makin besar kesempatan terjadinya penjualan.

Dari sisi marketing saya sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Andy. Kenapa Anda bertanya ?

Karena jika satu perusahaan mencoba membidik semua orang yang ada dipasar sudah dapat dipastikan akan membutuhkan sumber daya yang luar biasa besar.

Selain itu hal tersebut akan mempengaruhi Positioning dan Branding Produk yang ada malahan akan menimbulkan kesan bahwa produk andy tidak memiliki perbedaaan sama sekali atau bahasa kerennya disebut USP (Unique Selling Preposition).

Saya perlu mengingatkan kepada para marketer untuk lebih fokus dengan pasar yang paling potensial. Mengingat bahwa sumber daya satu perusahaan dengan perusahaan lainnya sangat beragam sehingga perusahaan anda perlu membidik pasar yang sesuai dengan sumber daya perusahaan anda.

Baru setelah anda memiliki target pasar yang jelas serta fokus maka memungkinkan untuk kedepannya anda menargetkan pasar sekitarnya.

Mis: Jika pada awalnya target pasar anda Jakarta maka setelah produk dan brand anda kuat, anda dapat mulai mengembangkan usaha anda untuk menargetkan daerah sekitar Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi atau bahasa jawanya expand

Selain itu jika tidak memiliki target pasar yang spesifik akan sangat menyulitkan untuk melakukan promosi komunikasi karena mulai dari sisi disain eksterior dan interior restoran,
promosi dan komunikasi untuk pasar dengan target anak-anak, remaja dan orang tua pastilah berbeda satu sama lainnya.

Dimana saya berikan contoh sederhana dalam industri properti yang mana orang tua dengan usia diatas 40 tahun
rata – rata menginginkan properti dengan design mediteranian sedang orang muda dengan usia sekitar 25 – 40 tahun rata – rata menginginkan properti dengan design minimalis yang mana saat ini sedang tren.

Akan tetapi perlu dicermati bahwa kemampuan membeli 2 target pasar tersebut sangat berbeda.
Yang mana orang tua ( > 40 tahun ) rata – rata memiliki kemampuan membeli 2 – 5 kali dari orang muda
( < 40 tahun )

Jadi sekali sebisa mungkin anda fokus pada target pasar anda yang paling potensial serta berdasarkan sumber daya yang ada.

Salam Marketing

Wijaya Tjandra
Posted in Marketing. Leave a Comment »
Apa lagi neh IMC ? Apakah sejenis TTM eh salah TTL ?
Wednesday, 31 March 2010 — belajarpemasaran

Alow semua para marketer,

Karena banyaknya permintaan untuk membahas lebih lanjut apa seh itu IMC atau istilah kerennya Intergrated Marketing Communication, maka saya mencoba menjelaskan secara singkat apa seh yang dimaksud dengan IMC ini.

Seperti yang telah saya tulis sebelumnya pada blog saya dengan judul Apa seh itu ATL, BTL dan TTL ? dan Awareness dan Image building vs Brand Activation saya sudah menjelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan IMC yang memiliki nama lainnya TTL.

So … to the point saja Integrated Marketing Communications merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendekatan yang menggabungkan elemen – elemen yang terdapat pada ATL dan BTL menjadi satu intergrasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran baik secara biaya maupun penetrasi pasar.

Selain itu IMC bertujuan untuk memastikan konsistensi pesan dan penggunaan media – media yang saling melengkapi. IMC ini mencakup menggunakan semua teknik baik dengan menggunakan pemasaran online maupun offline.

Pada tahun – tahun sebelumnya pemasaran hanya ada beberapa teknik yang meliputi pengunaan pemasaran yang menggunakan media massa seperti TV, Billboard dsb (yang masih sampai saat ini disebut ATL) atau menggunakan pameran, event, seminar dsb (yang masih sampai saat ini disebut BTL).

Nah dengan perkembangan Internet dan Website yang luar biasa dalam beberapa tahun ini. Maka terdapat satu alternatif tambahan dalam memasarkan produk atau jasa. Sekali lagi Internet dan Website merupakan salah satu alternatif tambahan. Jadi tidak mungkin menginginkan hasil maksimal hanya dari memasarkan menggunakan internet saja.

Karena itu lahirlah istilah TTL atau kerennya disebut IMC, yang menyatukan semua alternatif – alternatif pemasaran yang ada menjadi satu. Seperti contoh sekarang ini sudah banyak dapat dilihat jika sebuah perusahaan akan lauching satu produk mereka akan melakukan pemasaran dengan menggunakan Media massa, melakukan pameran di mall, serta membuat website yang berhubungan dengan produk tersebut.

Adapun teknik – teknik pemasaran online meliputi e-kampanye pemasaran atau program, optimasi mesin pencari (SEO), bayar per-klik, afiliasi, email, banner ke web, blog, micro-blogging, RSS, podcast, dan TV Internet. Sedangkan pemasaran tradisional Offline meliputi penggunaan media cetak (koran, majalah), mail order, hubungan masyarakat, hubungan industri, papan reklame, radio, dan televisi.

Jadi… supaya anda tidak pusing baca tulisan diatas maka secara singkat IMC adalah Integrasi semua alat pemasaran, pendekatan, dan sumber daya dalam suatu perusahaan yang memaksimalkan dampak pada benak konsumen dengan hasil yang maksimum dan dengan biaya yang minimum.

Moga – moga dengan artikel singkat ini temen – temen makin tercerahkan ….

Salam Marketing
Wijaya Tjandra
Posted in Marketing. Leave a Comment »
Tujuh langkah mudah dalam membuat strategi media planning
Monday, 9 November 2009 — belajarpemasaran

Yoo … para marketer semua,

Selamat pagi semuanya, saya mengharapkan di pagi yang cerah ini anda semua memiliki semangat yang luar biasa dan tentu-nya dengan hasrat untuk terus belajar dan belajar yang tidak pernah habis.

Hari ini saya akan coba membagikan sebuah guideline dalam membuat strategi media planning. Dan saya berharap dengan tulisan ini saya dapat membantu rekan – rekan semua.

Ok kembali ke topik semula … jadi apa saja sih 7 langkah tersebut dalam pembuatan media planning ?

1. Anda harus mengetahui dan mempelajari detail produk anda.

o Seperti apa saja sih keunggulan dan kelemahan produk anda ?

Hal ini sangat penting dalam menentukan dan mempengaruhi strategi apa yang akan anda gunakan kemudian.
Jadi ingat anda harus benar – benar mempelajari dan mengetahui secara detail produk anda sejelas – jelasnya persis seperti anda suka dengan seseorang. Dan itu termasuk harga, distribusi, posisi di pasar dan masih banyak kriteria lainnya. Seperti kata peribahasa “Tak kenal maka tak sayang”.

2. Anda harus menganalisa Kompetitor anda dan keadaan pasar saat ini seperti apa.

o Siapa saja kompetitor langsung dan kompetitor tidak langsung produk anda.
o Apa saja keunggulan dan kelemahan dari masing – masing produk kompetitor anda.
o Strategi brand apa yang kompetitor anda gunakan ?
o Strategi media apa yang kompetitor anda gunakan ?
o Bagaimana pola beriklan kompetitor anda ?
o Media – media apa saja yang kompetitor anda gunakan ?

Anda dapat mengestimasi kira – kira berapa besar budget mereka, dan jika memungkinkan berapa besar budget marketing mereka ?

3. Analisa target audience anda

o Siapa target pasar yang hendak anda tuju ?
o Analisa pasar anda berdasarkan demografi, geografi dan lifestyle

4. Tentukan tujuan utama anda melakukan pemasaran itu sendiri

o Tanyakan kepada diri anda sendiri tujuan anda beriklan itu apa ?
o Tujuan anda melakukan pemasaran itu apa ?
o Apakah tujuan tersebut dapat diukur ? Karena tujuan yang baik adalah tujuan yang dapat anda ukur. Kenapa ?

Karena jika tujuan tersebut tidak dapat anda ukur, bagaimana anda tahu bahwa strategi pemasaran yang anda gunakan sudah tepat sasaran.

5. Kembangan Strategi yang anda gunakan

o Tanyakan kepada diri anda apa saja tujuan yang hendak dicapai ?
Dan mulailah dari akhir yaitu dari tujuan akhir tersebut disesuaikan strategi yang akan anda gunakan.
o Menentukan strategi – strategi yang harus ditempuh untuk mencapai satu tujuan.
Tentunya dengan mempertimbangkan semua analisa yang telah didapat ( produk, kompetitor dan target audience ).
o Memilih dan menentukan media yang tepat untuk mengeksekusi strategi yang telah ditentukan.
Yang mana akan dibahas pada point berikutnya.

6. Analisa Media yang akan anda gunakan

o Apa saja keunggulan dan kelemahan dari media yang akan anda pilih ?
o Apa karakteristik unik dari media tersebut ?
o Berapa besar target pembaca-nya ?
o Target pembaca-nya melingkupi segment apa saja ?
o Berapa besar ruang lingkup area media tersebut ?
o Berapa besar harga yang harus dikeluarkan per kontrak ?
o Isi konten dan pendekatan media tersebut ?

7. Analisa dan Ukur budget/biaya anda

Salam Sukses
Wijaya Tjandra
Posted in Marketing. 1 Comment »
Apa sih yang namanya kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan (demands) ?
Monday, 12 October 2009 — belajarpemasaran

Apa sih yang namanya kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan (demands) ?

Anda pasti akan bertanya kok apa hubungannya kata – kata diatas dengan pemasaran ? Dapat saya pastikan kalau anda tidak mengetahui perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan maka anda akan mengalami kesulitan dalam mengatur strategi pemasaran anda.

Kenapa hal tersebut dapat terjadi ? Karena dengan anda tidak menguasai perbedaan kata – kata diatas maka anda akan membuat strategi pemasaran yang kurang terfokus pada pasar yang anda tuju.

Sebelum membahas lebih jauh tentang kata – kata diatas ada baiknya anda juga mengetahui apa sih definisi pemasaran tersebut. Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan atau inginkan, lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Ok, balik ke topik diatas. Kebutuhan manusia (need) adalah pernyataan dari kekurangan mereka yang meliputi kebutuhan fisik (primer), Dimana kebutuhan primer yaitu pangan, sandang dan papan. Dimana ini merupakan kebutuhan dasar setiap manusia dan tidak diciptakan oleh pemasar. Selain itu ada 2 lagi kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan sosial dan kebutuhan individual. (Dimana menjelaskan kenapa situs jejaring lagi naik daun ).

Keinginan (wants)adalah kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian seseorang. Nah bingung yach … untuk memudahkan saya berikan contoh sederhanannya.

Katakanlah seseorang yang lapar di Amerika Serikat akan menginginkan makan roti / hamburger, kentang goreng dan minum coke (soda). Akan tetapi seseorang yang lapar di Indonesia akan menginginkan nasi, ayam goreng dan es teh manis.

Tetapi keinginan manusia dapat dikatakan hampir tidak terbatas dan manusia tersebut hanya memiliki sumber daya yang sangat terbatas. Karena hal tersebut mereka sudah pasti akan memilih produk yang memberi nilai dan kepuasan yang terbesar atas uang mereka. Ketika hal ini didukung dengan daya beli maka keinginan ini menjadi permintaan (demands)

Saya berharap dengan mengetahui perbedaan kata diatas anda sebagai pemasar semakin mengetahui bagaimana anda mendidik pasar anda sehingga menimbulkan keinginan pasar akan produk dan jasa anda. Jika didukung dengan kemampuan daya beli pasar maka keinginan tersebut akan menjadi permintaan.

Sukses untuk anda semua

Wijaya Tjandra
Posted in Marketing. Leave a Comment »
Marketing dengan menggunakan Facebook ? Part 2
Friday, 4 September 2009 — belajarpemasaran

Yoo … halo semua blogger dan marketer, beberapa waktu yang lalu saya di challenge oleh beberapa teman – teman saya yang telah membaca blog saya. Dimana mereka mengatakan kepada saya bahwa blog saya masih rata – rata berbau konsep dan ide. Mereka bilang ayoo donk nulis sesuatu yang practical dan dapat langsung dipraktek-kan.

Karena itu saya coba menulis bagaimana menggunakan facebook sebagai alat untuk sarana marketing. Dan setelah menulis tentang hal tersebut saya mendapatkan sambutan yang masih kurang puas dari beberapa teman – teman saya. Yang mengatakan bahwa kurang detail akan topik yang dibahas.

Untuk teman – teman yang telah memberikan en-courage kepada saya agar mulai menulis baik baru dalam bentuk blog. Saya akan menuliskan lebih lanjut bagaimana seh facebook dapat digunakan sebagai sarana untuk pemasaran.

Ok sudah siap baca kelanjutannya … ambil napas yang dalam, READY … SET … GO …

1. Anda dapat menggunakan aplikasi sedehana facebook yang disebut dengan “Marketplace” dimana dengan aplikasi ini anda dapat memberitahukan kepada networking facebook anda barang atau jasa apa saja yang anda tawarkan

2. Anda dapat juga menggunakan cara yang telah saya tulis pada “Marketing menggunakan Facebook ? Mengapa tidak ?”

3. Anda dapat juga dapat membuat suatu event / cause dan menginformasikan kepada networking facebook anda untuk datang / bergabung pada “cause” atau “event” yang anda buat.

Wow … cukup sekian dulu yach teman – teman … saya jamin setelah baca cara – cara diatas saya yakin anda semua dapat langsung mempraktekan apa yang telah saya bagikan kepada anda semua.

Semoga blog ini dapat membantu anda dalam memasarkan produk dan jasa anda dengan baik dan salam sukses ruaaaar biasa

Regards
Wijaya Tjandra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s